Asia Tenggara merupakan tujuh dari wilayah
kebudayaan atau peradaban Islam yang tegasnya terdiri dari wilayah-wilayah
kebudayaan Arab, Islam persia, Islam Turky, Islam Afrika, Islam Indo-melayu.
Mengenai datangnya Islam di Asia Tenggara sedikitnya ada tiga teori besar :
Teori
pertama, teori yang mengatakan bahwa islam datang langsung dari arab atau
tepatnya Hadramaut. Teori yang kedua, teori yang mengatakan bahwa islam datang
dari India dan Teori yang ketiga menyatakan bahwa islam datang dari Bengali
(kini Bangladesh).
Berkembangnya
Islam di Asia Tenggara melalui beberapa saluran diantaranya :
1) Saluran
Perdagangan, sibuknya jalur perdagangan pada abad ke-7
membuat para pedagang arab,persia dan india turut ambil serta dalam perdagangan
dari negri-negri bagian barat,timur,tenggara benua asia. Mereka berhasil
mendirikan mesjid dan mendatangkan mullah-mullah dari luar sehingga jumlah
mereka menjadi banyak.
2) Saluran
Perkawinan,
dari sudut ekonomi para pedagang muslim memiliki status sosial yang
lebih baik daripada penduduk pribumi, sehingga penduduk pribumi terutama
putri-putri raja tertarik untuk jadi istri pedagang muslim. Sebelum dikawinkan
mereka di islamkan terlebih dahulu.
3) Saluran
Tasawuf, dengan tasawuf bentuk islam yang
diajarkan kepada penduduk pribumi mempunyai persamaan dengan pikiran mereka
yang sebelumnya menganut agama hindu sehingga agama baru itupun mudah di terima
dan di mengerti.
4) Saluran
Pendidikan, di pasantren atau pondok calon ulama
mendapat pendidikan agama. Setelah keluar dari pasantren mereka pulang ke
kampung mengajarkan agama islam dan berdakwah kepada pribumi.
5) Saluran
Kesenian, kesenian paling terkenal adalah
pertunjukan wayang. Sunan kalijaga seorang yang paling mahir dalam pertunjukan
wayang dia tak pernah meminta upah tetapi dia meminta para penonton untuk
mengucapkan 2 kalimat syahadat.
6) Saluran
Politik, rakyat kebanyakan masuk islam setelah
rajanya masuk islam terlebih dahulu. Di samping itu demi kepentingan politik
kerajaan islam memerangi kerajaan non islam, kemenangan yang di peroleh pun
menarik kerajaan non islam untuk masuk islam.
Tahapan
perkembangan islam di asia tenggara
Banyak teori
bermunculan mengenai islam masuk ke asia tenggara, ada yang menyatakan dari
arab. Teori ini dinyataan oleh Crawfurd (1820). Dia menyatakan bahwa islam
datang langsung dari arab walaupun bagian lain meneybut telah dibagi dari orang
mohamme dan di india timur. Sedangkan kayzer mengatakan islam datang dari mesir
yang bermahzab syafi’i sama yang menganut kaum muslimin nusantara lainnya.
Ternyata teori ini juga dipegang oleh niemann dan de Hollander, tetapi dengan
menyebut Hadramaut, bukan mesir sebagai sumber datangnya islam, karena mereka
adalah pengikut mazhab syafi’i sebagaimana pengikut islam di nusantara lainnya.
Sedangkan veth menyebut bahwa orang orang arab hanya timur tengah atau
kaitannya dengan Hadramaut, mesir atau india sebagaimana telah dikemukakan di
atas. Berikut ulasan tahapan awal mula islam masuk ke asia tenggara ;
Kehadiran
para pedagang Muslim (7 - 12 M)
Abad ini diyakini sebagai tahap permulaan dari suatu proses sosialisasi
Islam di wilayah yaitu Asia Tenggara, yang dimana telah dimulai dengan kontak
sosial budaya antara pendatang Muslim dengan penduduk setempat.
Pada tahap awal ini, tidak ditemukan data mengenai masuknya penduduk asli
ke dalam Islam. Namun bukti yang cukup
jelas mengenai hal ini baru diperoleh juh kemudian, yaitu pada permulaan abad
ke-13 M / 7 H. Pada abad ini sangat mungkin dalam kurun abad b, ke 1 sampai 4 H
terdapat hubungan perkawinan antara pedagang Muslim dengan penduduk setempat,
hingga menjadikan mereka beralih menjadi Muslim. Tetapi ini baru pada
tahap pendugaan
Walaupun di Leran - Gresik, terdapat sebuah batu nisan bertuliskan
Fatimah binti Maimun yang wafat pada tahun 475 H / 1082 M. Namun dari
bentuknya, nisan itu menunjukkan pola gaya hias makam dari abad ke-16 M seperti
yang ditemukan di Campa, yakni berisi tulisan yang berupa do'a-do'a kepada
Allah.
Terbentuknya
Kerajaan Islam (13-16M)
Pada tahap kedua ini, Islam semakin tersosialisasi dalam masyarakat
Nusantara dengan adanya terbentuk pusat kekuasaan Islam. Pada akhir abad ke-13
kerajaan Samudera Pasai sebagai kerajaan Islam pertama di Indonesia
merebut jalur perdagangan di Selat Malaka yang sebelumnya dikuasai oleh
kerajaan Sriwijaya. Hal ini terus berlanjut hingga pada permulaan abad ke-14
berdiri kerajaan Malaka di Semenanjung Malaysia.
Sultan Mansyur Syah (w. 1477 M) adalah sultan keenam Kerajaan Malaka yang
membuat Islam sangat berkembang di Pesisir timur Sumatera dan Semenanjung
Malaka.Di bagian lain, di Jawa saat itu sudah memperlihatkan bukti kuatnya
peranan kelompok Masyarakat Muslim, terutama di pesisir utara.
Pelembagaan
Islam
Pada tahap ini sosialisasi Islam semakin liar masuk ke pusat-pusat
kekuasaan, merembes terus sampai hampir ke seluruh wilayah tersebut. Hal ini tidak
bisa dilepaskan oleh para penyebar dan pengajar Islam.Mereka menduduki berbagai
jabatan dalam struktur birokrasi kerajaan, dan banyak diantara mereka menikah
dengan penduduk pribumi. Dengan maksud lain, Islam diresmikan di pusat-pusat
kekuasaan di Nusantara melalui jalur perdagangan, perkawinan dengan elit
birokrasi dan ekonomi, di samping dengan sosialisasi langsung pada masyarakat
bawah. Pengaruh Islamisasi yang pada awalnya hanya berpusat di satu tempat
telah jauh meluas ke wilayah-wilayah lain di Asia tenggara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar